Senin, 10 Juni 2013

Ketahuilah

Aku mencintainya, tanpa melihat kata"SEMPURNA" . . 

Aku mencintainya dengan segala kesabaran dan keikhlasan hatiku . . 

Aku mencintainya dengan melihat agamanya, bukan fisikalnya

Aku mencintainya dengan sebentuk cinta yang ku punya . . 

Aku mencintainya, tanpa melebihi rasa cintaku padaNYA . . 

Aku mencintainya dengan melihat segala kelebihan dan kekurangan yang ia miliki . .

Kita Mulai Dari Jam Ke Jam

Suatu hari seorang anak kecil datang
kepada ayahnya dan bertanya : ”

Apakah kita bisa hidup tidak berdosa
selama hidup kita…? “

Ayahnya memandang kepada anak
kecil itu dan berkata : ” Tidak, nak…

“ Putri kecil ini kemudian memandang
ayahnya dan berkata lagi…

” Apakah kita bisa hidup tanpa
berdosa dalam setahun…?”

Ayahnya kembali menggelengkan
kepalanya, sambil tersenyum kepada
putrinya.

” Oh ayah, bagaimana kalau 1 bulan,
apakah kita bisa hidup tanpa
melakukan kesalahan…?”

Ayahnya tertawa… ” Mungkin tidak
bisa juga, nak…” ”

OK ayah, ini yang terakhir kali…

Apakah kita bisa hidup tidak berdosa
dalam 1 jam saja…?

” Akhirnya ayahnya mengangguk.
“Kemungkinan besar, bisa nak…”

Anak ini tersenyum lega…

” Jika demikian, aku akan hidup benar
dari jam ke jam, ayah…

Lebih mudah menjalaninya, dan aku
akan menjaganya dari jam ke jam,
sehingga aku dapat hidup dengan
benar… “

Pernyataan ini mengandung
kebenaran sejati.

Marilah kita hidup
dari waktu ke waktu, dengan
memperhatikan cara kita menjalani
hidup ini.
Dari latihan yang paling kecil
dan sederhana sekalipun.
Akan menjadikan kita terbiasa…
Dan apa yang sudah biasa kita lakukan
akan menjadi sifat.
Dan sifat akan
berubah jadi karakter.

HIDUPLAH 1 JAM TANPA :
Tanpa kemarahan,
Tanpa hati yang jahat,
Tanpa pikiran negatif,
Tanpa menjelekkan orang,
Tanpa keserakahan, Tanpa pemborosan,
Tanpa kesombongan,
Tanpa kebohongan,
Tanpa kepalsuan… Lalu ulangi lagi untuk 1 jam
berikutnya.. .

HIDUPLAH 1 JAM DENGAN :
Dengan kasih sayang kpd sesama…
Dengan damai,
Dengan kesabaran,
Dengan kelemah lembutan,
Dengan kemurahan hati, Dengan kerendahan hati..
Dengan ketulusan..
Dan Mulailah dari Jam ini…

Sabtu, 08 Juni 2013

BEST OR THE BEST

Hanya bisa memvonis dan tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dan tak ingin tahu kejadian yang sebenarnya. Biasanya orang seperti itu yang terlalu peracaya pada orang yang ia sayang walaupun orang tersebut sudah berbuat kesalahan. Bahkan yang seharusnya di hormati, yang tidak bersalah di anggap seseorang yang bersalah.

Hal fakta yang sudah terjadi di berbagai kalangan.

Seorang yang derajatnya lebih tinggi melakukan sebuah KEBAIKAN di anggap wajar dan akan tetapi jika ia berbuat kesalahan di anggap tidak wajar. Selalu di jatuhkan, di cemo'oh, di jauhi, di salahkan, divonis hingga di asingkan. Padahal seseorang itu adalah pejuang tanpa balas jasa, tanpa gaji. Tak mengharapkan sedikit imbalan yang ia dapat dan ia inginkan dari setiap orang. Hanya ingin mendapatkan Ridho Allah dan Mendapatkan SURGA Allah.
Sekarang Anda renungkan dalam-dalam, Pejamkan mata Anda dan lihatlah sisi didalam diri Anda. Bilamana anda menjadi seseorang yang derajatnya lebih tinggi dan Anda seperti yang di atas "Apa yang akan Anda lakukan? Bagaimana? Mengapa?"
Pasti Anda hanya diam. Karna Anda tidak tahu apa yang mereka lakukan. Karna Anda belum merasakannya. Bahkan yang sudah merasakannya sekalipun atau berkali-kali. Mereka belum memahami. Yang mereka inginkan hanya seseorang itu merasakan apa yang Anda alami pada saat itu. Itu tidak sama. Itu tidak baik. Dan itu akan mendapat Murka Allah. Sudah jelas bukan, sesama Manusia harus saling menyayangi, menghormati, tolong-menolong dan membantu. Bukan saling menjatuhkan seperti ini?

Ost Rectoverso - Malaikat Juga Tahu + Firasat



Lelahku jadi lelahmu juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Tak tega biarkan kau sendiri
Aku pun sadari ku segera berlali

Cepat  pulang cepat kembali jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau tuk
Cepat pulang cepat kembali jangan pergi lagi

Sayangku...
Ku percaya alam pun berkata
Ada makna dibalik semua pertanda
Meski sering kali kau malah asik sendiri

Karna kau tak lihat Terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini, Silahkan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus aku temani
Dan kau selalu bercanda andai wajahku di ganti
Dan lihatlah sayang hujan membasahi
Seolah ku berair mata

Terkadang Malaikat
Takbersayap takcemerlang tak rupawan
Namun kasih ini, Silahkan kau adu
Malaikat juga tahu
Malaikat juga tahu
Firasat ini

Cepat pulang cepat kembali jangan pergi lagi


Believe it and all will be

Ia yang tak mengerti sebenarnya bukan tak mengerti. Hanya menginginkan Kita melakukannya dengan cara lain. Cara yang mereka pikirkan dan yang mereka lebih mengerti. Perjuangan penuh dengan Kesabaran. Salah satu kunci adalah dengan selalu bersyukur nikmat yang telah Allah berikan kepada Kita. Bersyukur, hari ini kita masih diberikan umur dan masih bisa bernafas. Masih bisa melihat orang-orang yang kita sayangi disekeliling kita..
Beruntung, Kita yang sudah mengetahui untuk apa kita hidup di dunia ini. Mengapa kita bisa hidup di dunia ini? Karna siapa kita hidup di dunia ini? Itu menjadi pertanyaan untuk diri kita sendiri. Kita yang menginginkannya dan kita yang harus menjalankannya. Sedangkan orang-orang disekeliling kita hanyalah sebagai penyemangat dan penyaran. Ambil positifnya, abaikan negatifnya.
Kadang kala tangisan tak bisa menyelesaikan semua masalah,  semua kesedihan yang telah terjadi. Rasa penyesalan, bersalah dan tersakiti tak bisa hilang begitu saja. Tapi, jika itu terus terjadi. Kapan kita bangkit? Kapan bisa berakhir??
Hanya dengan cara terus mencari solusi jalan keluar dan kesabaran yag harus kita lakukan. Karna semua butuh proses. Kita dilahirkan didunia ini, kita dilahirkan menjadi seorang anak kecil yang masih suci. Dari seorang anak kecil menjadi seorang remaja. Remaja menjadi Dewasa. Dewasa menjadi tua. Itulah sebuah proses. Sama kehidupan yang kita jalani juga penuh dengan proses. Kita sukses juga butuh proses. Dan untuk mempertahankan sukses itu juga membutuhkan proses. Masuk dalam SURGA ALLAH juga membutuhkan PROSES dengan menetapi Agama-Nya yaitu AGAMA ISLAM. Menetapi Pedomannya yaitu QUR'AN HADIST yang mana dengan cara berjama'ah.
Jadi intinya kita hidup di dunia ini butuh sebuah kunci yaitu BERSYUKUR dan BERSABAR. Karna semua akan INDAH pada waktunya. KESEMANGATAN dan don't give up yang harus kita miliki.

Believe it and all will be :D
G-by IJ

Tempat cHating