Kosakata Pinjaman dalam Bahasa Inggris
Salah satu karakteristik utama dari bahasa Inggris adalah kosakata yang padat. Sekitar 80% kata dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa lain! Hal ini menjadikan bahasa Inggris modern benar-benar sangat kompleks. Hal ini jugalah yang menjadikan bahasa Inggris tidak mudah untuk dikuasai.
Pengadopsian bahasa asing ini sudah muncul sejak berabad-abad yang lalu, yaitu sejak pengguna bahasa Inggris mulai mengadakan kontak dengan bangsa dari budaya yang lain; terlebih saat bangsa Inggris dijajah oleh bangsa Romawi, Viking dan Norman serta saat bangsa Inggris menjajah negara lain, seperti Amerika dan India. Tidak hanya melalui penjajahan, penyerapan bahasa ini juga terjadi melalui kolonialisasi, perdagangan, migrasi, perjalanan wisata maupun kegiatan ekspedisi.
Bahasa Inggris sangat banyak meminjam kata dan unsur dari bahasa-bahasa Eropa dan Timur Dekat, yang mencakup bahasa Yunani, Latin, Perancis, Jerman, Spanyol, Italia dan Belanda. Selain itu, banyak pula unsur-unsur yang diserap dari berbagai bahasa di Asia. Ini salah satunya dijembatani oleh bahasa Belanda, bahasa ibu dari bangsa pelaut yang mendominasi sebagian daerah di Indonesia pada abad ke-17.
Banyak dari kata-kata pinjaman ini yang sudah sangat tidak asing lagi dan telah berasimilasi penuh ke dalam bahasa Inggris seperti ambassador, candy dan lemon. Beberapa yang lainnya masih memiliki asosiasi yang sangat kental dengan negara asalnya, seperti nama makanan etnis atau bangsa tertentu (contohnya: kebab, kung pao chicken dan soju) ataupun nama aliran bela diri tertentu (contohnya: kung fu, taekwondo dan judo).
Berikut adalah sejumlah kecil contoh kata-kata dari bahasa tertentu yang diadopsi oleh bahasa Inggris:
* Bahasa Afrika: commando (komando), slim (langsing), trek (perjalanan)
* Bahasa Arab: alcohol (alkohol), monsoon (musim hujan), zero (nol)
* Bahasa Belanda: boss (bos), cookie (kue), lottery (lotere)
* Bahasa Denmark: fog (kabut), kidnap (culik), ombudsman (ombudsman)
* Bahasa Hindi: avatar (inkarnasi), jungle (hutan), shampoo (shampo)
* Bahasa Hungaria: coach (bus), itsy-bitsy (kecil), saber (pedang)
* Bahasa Italia: bankrupt (bangkrut), opera (opera), umbrella (paying)
* Bahasa Jepang: karaoke (karaoke), soy (saus kecap), tycoon (hartawan)
* Bahasa Jerman: blitz (kilat), dollar (dolar), muffin (muffin)
* Bahasa Kanton: ketchup (kecap), silk (sutra), wok (wajan)
* Bahasa Latin: calendar (kalender), data (data), uniform (seragam)
* Bahasa Mandarin: Japan (jepang), kowtow (bersujud), typhoon (angin topan)
* Bahasa Melayu: bamboo (dari kata ‘bambu’), compound (dari kata ‘kampung’), mangosteen (dari kata ‘manggis’)
* Bahasa Mesir: ebony (kayu hitam), ivory (gading), paper (kertas)
* Bahasa Norwegia: iceberg (gunung es), ski (ski), walrus (anjing laut)
* Bahasa Perancis: ambulance (ambulans), parachute (parasut), sauce (saus)
* Bahasa Portugis: breeze (angin sepoi-sepoi), coconut (kelapa), marmalade (selai jeruk)
* Bahasa Sansekerta: candy (permen), orange (jeruk), sugar (gula)
* Bahasa Tamil: anaconda (anaconda), curry (kari), mango (mangga)
* Bahasa Turki: caviar (kaviar), tulip (tulip), yoghurt (yoghurt)
* Bahasa Viking/Skandinavia: berserk (pengamuk), husband (suami), window (jendela)
* Bahasa Yunani: athlete (atlet), democracy (demokrasi), museum (museum)
Tulisan ini merupakan kontribusi dari EF, penyedia kursus Inggris untuk anak-anak, remaja, dewasa dan perusahaan. Asah terus kemampuan Anda, jangan menyerah dalam belajar bahasa Inggris!
Jumat, 29 Mei 2009
Tentang do-does / s-es
inPada pelajaran 23 ada tiga pertanyaan yang sering ditanyakan para pembelajar bahasa inggris sebagai berikut:
* Bagaimana dan mengapa kok tiba-tiba muncul DO-DOES dalam kalimat negatif?
* Mengapa DO-DOES tidak muncul dalam kalimat positif?
* Mengapa dalam kalimat yang menggunakan subyek orang ke-3 tunggal (he-she) harus menggunakan tambahan S/ES dan harus hilang ketika DOES muncul dalam kalimat negatif?
Dulu ketika saya menanyakan kepada guru smp saya, beliau mengatakan bahwa ini adalah peraturan dalam bahasa Inggris, dan memang sudah begitu dari sononya, dan pertanyaan MENGAPA tidak terjawab.
Saya belum tahu apakah analisa saya ini benar, tapi coba kita lihat pendapat saya sebagai berikut :
1. Sebenarnya dalam kalimat positifpun ada kata kerja bantu DO dan DOES, misal
* I do go to the town
* She does work in the restaurant
* Shinta does play the piano well
2. Dalam penggunaannya sehari-hari kata bantu ini tidak disebutkan dan tersembunyi, hanya sekali-sekali muncul untuk menyatakan penegasan.
* I do love You ( saya sungguh mencintai kamu)
* I do make it happen
3. Do dan does muncul dalam kalimat negatif dan positif, tentunya tidak mungkin do dan does muncul begitu saja tanpa sebelumnya ada dalam kalimat positif.
4. Dalam kalimat positif yang menggunakan subyek orang ke-3 (he/she), kata kerja selalu ditambahkan s/es karena adanya kata kerja bantu DOES yang tersembunyi.
* Shinta does play piano well menjadi Shinta plays piano well
* She does work in the restaurant menjadi She works in the restaurant
5. Dalam kalimat positif yang menggunakan subyek orang pertama dan kedua / orang ketiga jamak tidak ada penambahan s/es karena unsur kata kerja bantu yang digunakan adalah DO, bukan DOES.
Jadi hal ini menjawab pertanyaan pembelajar bahasa inggris tentang mengapa harus ada penambahan s/es pada kata kerja yang subyeknya orang ketiga tunggal (pada present tense), dan mengapa do dan does muncul dalam kalimat tanya dan kalimat negatif tetapi tidak terlihat di kalimat positif.
Bagaimana menurut anda?
* Bagaimana dan mengapa kok tiba-tiba muncul DO-DOES dalam kalimat negatif?
* Mengapa DO-DOES tidak muncul dalam kalimat positif?
* Mengapa dalam kalimat yang menggunakan subyek orang ke-3 tunggal (he-she) harus menggunakan tambahan S/ES dan harus hilang ketika DOES muncul dalam kalimat negatif?
Dulu ketika saya menanyakan kepada guru smp saya, beliau mengatakan bahwa ini adalah peraturan dalam bahasa Inggris, dan memang sudah begitu dari sononya, dan pertanyaan MENGAPA tidak terjawab.
Saya belum tahu apakah analisa saya ini benar, tapi coba kita lihat pendapat saya sebagai berikut :
1. Sebenarnya dalam kalimat positifpun ada kata kerja bantu DO dan DOES, misal
* I do go to the town
* She does work in the restaurant
* Shinta does play the piano well
2. Dalam penggunaannya sehari-hari kata bantu ini tidak disebutkan dan tersembunyi, hanya sekali-sekali muncul untuk menyatakan penegasan.
* I do love You ( saya sungguh mencintai kamu)
* I do make it happen
3. Do dan does muncul dalam kalimat negatif dan positif, tentunya tidak mungkin do dan does muncul begitu saja tanpa sebelumnya ada dalam kalimat positif.
4. Dalam kalimat positif yang menggunakan subyek orang ke-3 (he/she), kata kerja selalu ditambahkan s/es karena adanya kata kerja bantu DOES yang tersembunyi.
* Shinta does play piano well menjadi Shinta plays piano well
* She does work in the restaurant menjadi She works in the restaurant
5. Dalam kalimat positif yang menggunakan subyek orang pertama dan kedua / orang ketiga jamak tidak ada penambahan s/es karena unsur kata kerja bantu yang digunakan adalah DO, bukan DOES.
Jadi hal ini menjawab pertanyaan pembelajar bahasa inggris tentang mengapa harus ada penambahan s/es pada kata kerja yang subyeknya orang ketiga tunggal (pada present tense), dan mengapa do dan does muncul dalam kalimat tanya dan kalimat negatif tetapi tidak terlihat di kalimat positif.
Bagaimana menurut anda?
Manfaatkan internet
Di era internet ini, kesempatan untuk menguasai Bahasa Inggris dengan baik sangatlah besar. Kalau dulu kita harus berburu buku di toko-toko buku untuk mendapatkan bahan belajar apalagi bacaan dalam Bahasa Inggris, sekarang tinggal browsing akan ditemukan jutaan literatur berbahasa inggris yang bisa kita download untuk memperkaya Bahasa inggris kita.
Mulai suka membaca literatur / artikel dalam Bahasa inggris akan mempercepat penguasaan Bahasa Inggris. Kita bisa mencari artikel-artikel Bahasa Inggris di internet sebgai bahan bacaan. Cari artikel yang sesuai dengan minat dan bidang anda, entah itu satu atau 2 lembar, download dan cetak kemudian jadikan itu bahan latihan. Baca berulang-ulang hingga tiap kata anda mengerti dan isinya anda pahami dengan baik. Anda bisa membawanya ke mana-mana selama 1 minggu atau 1 bulan, explore habis-habisan artikel itu, mungkin hingga kertasnya lusuh dan robek-robek. Keliahatan maniak memang tapi isinya terutama susunan kalimat dan kosa kata sudah terekam di otak dan menjadi milik anda. Setelah 1 artikel selesai cari artikel lain dan mulai explore lagi habis-habisan.
Gaya habis-habisan ini efektif untuk memaksa pikiran kita menerima Bahasa Inggris. Lambat laun akan anda dapatkan :
* Kosa kata anda bertambah
* Ada kalimat-kalimat / idiom yang menjadi milik anda
* Pengetahuan dan wawasan anda bertambah
Dan....
Indonesia semakin cerdas!!!!
Mulai suka membaca literatur / artikel dalam Bahasa inggris akan mempercepat penguasaan Bahasa Inggris. Kita bisa mencari artikel-artikel Bahasa Inggris di internet sebgai bahan bacaan. Cari artikel yang sesuai dengan minat dan bidang anda, entah itu satu atau 2 lembar, download dan cetak kemudian jadikan itu bahan latihan. Baca berulang-ulang hingga tiap kata anda mengerti dan isinya anda pahami dengan baik. Anda bisa membawanya ke mana-mana selama 1 minggu atau 1 bulan, explore habis-habisan artikel itu, mungkin hingga kertasnya lusuh dan robek-robek. Keliahatan maniak memang tapi isinya terutama susunan kalimat dan kosa kata sudah terekam di otak dan menjadi milik anda. Setelah 1 artikel selesai cari artikel lain dan mulai explore lagi habis-habisan.
Gaya habis-habisan ini efektif untuk memaksa pikiran kita menerima Bahasa Inggris. Lambat laun akan anda dapatkan :
* Kosa kata anda bertambah
* Ada kalimat-kalimat / idiom yang menjadi milik anda
* Pengetahuan dan wawasan anda bertambah
Dan....
Indonesia semakin cerdas!!!!
Pelajaran 54 - FUTURE TENSE
IngFuture tense adalah tense yang merujuk ke masa depan, dan masa depan mengandung ketidakpastian (uncertainty). maka dalam pengungkapannya future tense terbagi atas tingkat kepastian sebagai berikut :
1. Akan terjadi di masa depan tetapi mengandung kemungkinan gagal.
* I will go to Jakarta nexth month. (Saya akan pergi ke Jakarta bulan depan tetapi belum pasti)
* She will help her mother.
* Ani will write a novel
2. Akan terjadi di masa depan dan sudah ada persiapan.
* I am going to repair the fence tomorrow. (mungkin sudah membeli peralatan untuk memperbaiki)
* She is going to continue studu in Havard University.
* Chris John is going to defence his title in Texas.
3. Untuk mengungkapkan tingkat kepastian yang tidak mungkin batal digunakan bentuk tense FUTURE CONTINUOUS. Bentuk kalimatnya samadengan present continuous.
* I am going to Bandung tomorrow.
* They are playing football this evening.
* He is reading your article soon.
* I am buying the car tomorrow.
FUTURE CONTINUOUS seakan-akan menempatkan kondisi present continuous (kondisi yang sedang berlangung) sedang terjadi di masa depan.
1. Akan terjadi di masa depan tetapi mengandung kemungkinan gagal.
* I will go to Jakarta nexth month. (Saya akan pergi ke Jakarta bulan depan tetapi belum pasti)
* She will help her mother.
* Ani will write a novel
2. Akan terjadi di masa depan dan sudah ada persiapan.
* I am going to repair the fence tomorrow. (mungkin sudah membeli peralatan untuk memperbaiki)
* She is going to continue studu in Havard University.
* Chris John is going to defence his title in Texas.
3. Untuk mengungkapkan tingkat kepastian yang tidak mungkin batal digunakan bentuk tense FUTURE CONTINUOUS. Bentuk kalimatnya samadengan present continuous.
* I am going to Bandung tomorrow.
* They are playing football this evening.
* He is reading your article soon.
* I am buying the car tomorrow.
FUTURE CONTINUOUS seakan-akan menempatkan kondisi present continuous (kondisi yang sedang berlangung) sedang terjadi di masa depan.
Jumat, 22 Mei 2009
Ladylike
Ladylike is a Swedish girl pop/rock vocal band comprising of four singers, Isabelle, Louise, Miranda and Valerie. Its members were cast by KRU Studios (KRU) following auditions of over six hundred hopefuls at Cosmos Studios in Stockholm, Sweden where Abba and Roxette, amongst many other international artistes, have recorded their albums. Ladylike’s members were chosen for their unique blend of attributes, including vocal talent, aura, image and positive personalities. All members were born and raised in Stockholm, and are in their early twenties. Ladylike is the first project of the newly formed KRU Europe Ltd, part of KRU Studios (with offices in Hollywood, London, Kuala Lumpur, Singapore & Jakarta.The recording of Ladylike’s first album, produced by KRU Studios’s multiple award winning composer - Edry Abdul Halim, comprises of ten songs.“Sick”,is a punk rock inspired hard hitting song establishing the edgier side of Ladylike.“Dreamin’ of the Time” is a catchy evergreen love classic“Shooting Star” is a mesmerising up-tempo pop/rock songLadylike’s debut album is a must for all those who love catchy melodies, lyrics with attitude and refreshing rock oriented instrumentation.Ladylike have already been signed by Universal Music in Asia and will tour with Universal in March/April.Ladylike starred at the gala performance at Kuala Lumpur International Film Festival in November with 3000 audience and estimated 20 million TV audience.
KRU 1st International Artist - Ladylike
Ladylike are a Swedish girl rock vocal band with four girl singers, Isabelle, Louise, Miranda and Valerie. The girls were cast by KRU following auditions of over six hundred girl singers from the whole of Scandinavia at Cosmos studios in Stockholm, Sweden where Abba and Roxette, amongst many other world artists, have recorded their albums. KRU Studios chose Sweden to look for its first talent in Europe as Sweden is world renowned for its world famous vocal artists including Robyn, Roxette, Dr. Albin, Ace of Base and of course Abba.
The Ladylike members were all chosen for their unique blend of talents including vocal talent, aura, image and positive personalities. All the girls were born and raised in Stockholm, Sweden and in their early twenties.
Ladylike are KRU Studios first project in Europe and the first project of the newly formed KRU Europe Ltd, with its headquarters in central London, headed by Robert Bromley. Robert has had a vast experience in publishing and telecommunications, vital in today’s marketing of artists through mobile phones and internet digital downloads.
Aimed at a global audience, and singing in English, Ladylike have a unique rockier sound and image than other world-class girl bands. Together with their natural Swedish beauty and stage presence combined with a new fresh feeling production from KRU Studios top hit producing team, Ladylike aim to be a success wherever they perform.
Ladylike will be launched in Malaysia, Singapore and Brunei first to establish them into the music market. Success in this region will give a tremendous boost to establishing Ladylike in other regions including Europe.
Recording of Ladylike’s first album produced by KRU Studios Art Director – Edry Abdul Halim, has just been completed at KRU studios in Kuala Lumpur. All the ten songs on the album have been taken from KRU’s vast catalogue of hits from Malaysia and Indonesia, re-arranged for an international market and completely re-written with new English lyrics.
“Sick” is written by Edry, Yusry and Norman and is a punk rock inspired hard hitting song establishing the edgy rock side of Ladylike.
“Dreaming of the time” is based on the original mega-hit Indonesian track “Teman Tapi Mesra” by Ratu rearranged by Edry, with English lyrics by Robert Bromley, into a feel-good summer inspired rock song.
“Shooting Star” is based on another original Indonesian mega-hit Indonesian track “Rahsia Perempuan” by Ari Lasso again rearranged by Edry with English lyrics by Robert Bromley bringing the edge back into Ladylike with this catchy rock song.
“Mind over matter” is written by Edry, Yusry and Norman
“Give your all to me” is written by Edry, Yusry and Norman
“I don’t want to be like that” is written by Edry, Yusry and Norman
“With you” is written by Edry, Yusry and Norman
“Never trust another woman” is written by Edry, Yusry and Norman
“Fool to believe” is written by Edry, Yusry and Norman
“Big boys” is written by Edry, Yusry and Norman
This is a must buy album for all those who love locally inspired mega-hits rearranged into international rock melodies.
The Ladylike members were all chosen for their unique blend of talents including vocal talent, aura, image and positive personalities. All the girls were born and raised in Stockholm, Sweden and in their early twenties.
Ladylike are KRU Studios first project in Europe and the first project of the newly formed KRU Europe Ltd, with its headquarters in central London, headed by Robert Bromley. Robert has had a vast experience in publishing and telecommunications, vital in today’s marketing of artists through mobile phones and internet digital downloads.
Aimed at a global audience, and singing in English, Ladylike have a unique rockier sound and image than other world-class girl bands. Together with their natural Swedish beauty and stage presence combined with a new fresh feeling production from KRU Studios top hit producing team, Ladylike aim to be a success wherever they perform.
Ladylike will be launched in Malaysia, Singapore and Brunei first to establish them into the music market. Success in this region will give a tremendous boost to establishing Ladylike in other regions including Europe.
Recording of Ladylike’s first album produced by KRU Studios Art Director – Edry Abdul Halim, has just been completed at KRU studios in Kuala Lumpur. All the ten songs on the album have been taken from KRU’s vast catalogue of hits from Malaysia and Indonesia, re-arranged for an international market and completely re-written with new English lyrics.
“Sick” is written by Edry, Yusry and Norman and is a punk rock inspired hard hitting song establishing the edgy rock side of Ladylike.
“Dreaming of the time” is based on the original mega-hit Indonesian track “Teman Tapi Mesra” by Ratu rearranged by Edry, with English lyrics by Robert Bromley, into a feel-good summer inspired rock song.
“Shooting Star” is based on another original Indonesian mega-hit Indonesian track “Rahsia Perempuan” by Ari Lasso again rearranged by Edry with English lyrics by Robert Bromley bringing the edge back into Ladylike with this catchy rock song.
“Mind over matter” is written by Edry, Yusry and Norman
“Give your all to me” is written by Edry, Yusry and Norman
“I don’t want to be like that” is written by Edry, Yusry and Norman
“With you” is written by Edry, Yusry and Norman
“Never trust another woman” is written by Edry, Yusry and Norman
“Fool to believe” is written by Edry, Yusry and Norman
“Big boys” is written by Edry, Yusry and Norman
This is a must buy album for all those who love locally inspired mega-hits rearranged into international rock melodies.
Langganan:
Postingan (Atom)